Pengamanan Tetap Melekat Jika Presiden Cuti Kampanye


Presiden Joko Widodo disarankan mengambil cuti saat mengikuti kampanye Pilpres 2019. Seluruh fasilitas negara yang melekat ditanggalkan kecuali fasilitas keamanan.

"Selama cuti tidak boleh menggunakan fasilitas negara, kecuali pengamanan. Kedua, selama cuti di luar tanggungan negara," kata anggota Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria saat dihubungi, Rabu, 4 April 2018.

Fasilitas keamanan yang diperbolehkan salah satunya mobil dinas kepresidenan. Namun, fasilitas lainnya seperti pesawat, istana negara, dan gedung pemerintahan wajib ditanggalkan.

Mekanisme pengajuan cuti calon presiden tak ada bedanya dengan masa presiden-presiden sebelumnya. Kata Riza, pasangan calon dapat mengatur jadwal cuti dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, ia menegaskan, cuti kampanye tak diwajibkan untuk Kepala Negara.

"Dia punya hak cuti. Tidak wajib, jadi boleh dipakai atau tidak. Dipakai sesuai dengan yang ditentukan oleh calon presiden bagi petahana," kata Riza.

Mekanisme surat pengajuan cuti dalam bentuk pemberitahuan dari presiden melalui sekretariat negara lalu disampaikan kepada KPU. Saat cuti seluruh tugas pemerintahan sementara diemban oleh wakil presiden.
sumber: metrotvnews